Minggu, 25 Februari 2018

Jhonny Blues


Jhonny Blues model sporty dengan rantai model tulang ikan, dial sunburst silver kebiruan yang cantik. 

bezel dapat diputar satu arah dengan klik. 



rantai masih panjang dengan double lock buckle. 
quartz movement Japan.

stainless steel back, sedangkan casing dan bracelet bermaterial base metal lapis chrome yang bagian belakang sebagian besar sudah mulai pudar.
diameter 37mm tanpa  crown, lug to lug 42mm. 

dijual IDR 175.000

Sabtu, 24 Februari 2018

Seiko Chorus Special 2518-7030 (Ladies)


Seiko Chorus Special untuk wanita ini tergolong hanya dipasarkan di domestik Jepang (Japan Domestic Market), dial silver, hands dan index marker dibuat berkilau, model persegi yang terlihat elegan.



ada sedikit  cacat  pada pinggir dial sekitar jam 3-5, sekilas tidak terlalu terlihat. 



produksi Februari 1967.


menggunakan manual winding movement Seiko cal. 2518A dengan 23 jewels dan bekerja pada frekuensi low beat 19.800 bph, setting tanggal  dengan memutar bolak  balik crown  antara jam 00.00 - 21.00. 
dimensi 20mm tanpa crown, lug to lug 28mm, lebar lug 14mm.
strap aftermarket
dijual IDR 375.000














F

Swatch Automatic


Swatch Automatic dengan desain model skeleton atau body and soul yang cantik, model tembus pandang ini membuat semua pergerakan mesin terlihat jelas, casing polished stainless steel sehingga tampak berkilau.

produksi tahun 2012



unpolished case, terlihat tanda2 pemakaian yang masih tergolong normal. 



Menggunakan automatic movement ETA 2841-1 dengan 21 jewels dan bekerja pada frekuensi 21.600 bph, poweer reserve berdasarkan specs. 48 jam, pertama kali diproduksi tahun 1991 dan movement ini kabarnya hanya dibuat untuk swatch skeleton.
dimensi 37mm tanpa crown x 43mm lug to lug, lebar lug 19mm. 

dijual IDR 925.000


Kamis, 22 Februari 2018

Seiko Champion J14106E


Seiko Champion, salah  satu dresswatch dari seiko dengan model klasik, tampak sederhana tanpa jendela tanggal sehingga index marker terlihat simetris, casing electro gold plated 20 microns serasi dengan hands dan index marker.

dial terlihat sedikit (sekali) mengelupas di atas tulisan Seiko Champion, masih tergolong wajar untuk jam tangan yang sudah berusia 56 tahun.

lapisan gold pada original crown dengan logo "S" sebagian sudah terihat aus. 

Menggunakan strap dan buckle aftermarket Seiko. 

produksi Januari 1962.
Menggunakan manual winding Seikosha dengan 19 jewels yang masih terlihat bersih dengan performa yang juga bagus. 
diameter 34mm tanpa crown, lug to lug 40mm, lebar lug 18mm. 


dijual IDR 1.375.000


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...