Selasa, 25 Juni 2019

Seiko Super Runners Radiowave Control Solar S750-0AA1 Blue


Seiko Super Runners ini hanya dipasarakan secara resmi di Japan (Japan Domestic Market/JDM), mempunyai fungsi radiowave yang berfungsi untuk menerima gelombang radio untuk sinkronisasi waktu  transmisi standar waktu berupa gelombang radio yang dipancarkan oleh Japan Standard Time dengan tingkat standar waktu akurasi +/- 1 detik per 100.000 tahun yang dihasilkan dari Cesium Atomic Clock. Standar waktu gelombang radio ditransmisikan ke seluruh penjuru Japan dari Fukushima Berau (40KHz) sampai Kyusu Berau (60KHz), selain Japan, jam tangan ini juga dapat menerima transmisi dari Seol dan Hongkong. 
Seiko Super Runners dengan model yang menyerupai persegi panjang, jam tangan yang khusus dibuat untuk yang hobi lari ini mempunyai warna dasar biru dikombinasikan dengan aksen kuning dan biru muda pada tombol-tombolnya.
casing menggunakan material plastik keras sedangkan rubber strap menggunakan bahan karet yang nyaman ketika dikenakan. 




Menggunakan modul S750
Dimensi 45mm. x 42mm.


Dijual IDR 775.000


Minggu, 23 Juni 2019

Citizen Cosmotron 7800-870026 TA


Pada tahun 1966 Citizen untuk pertama kalinya memperkenalkan Citizen Electric yang mengganti main spring pada jam mekanik dengan transistor untuk menggerakan balance wheel, dapat dikatakan inilah mesin hybrid pertama dari Citizen yang menggabungkan teknologi mekanis dengan elektronik, pada perkembangan selanjutnya teknologi ini memungkinkan pergerakan jarum detik terlihat cukup halus tidak seperti pergerakan jarum detik mesin quartz biasa, awalnya pada seri X8 yang menggunakan movement cal. 0801 pergerakan jarum detik sebesar 18.000 bph sehingga menyerupai pergerakan mesin mekanis low beat, kemudian secara bertahap beat rate ditingkatkan menjadi 21.600 bph dan 36.000 bph atau 10 beat per second (bps) pada tahun 1972 dengan menggunakan movement seri 78XX. 
Selanjutnya dikembangkan seri IC-12 yang mempunyai beat rate 12 bps atau 43.200 bph. Namun demikian walaupun beat  rate terlihat tinggi namun pergerakan jarum detik tidak sehalus mesin mekanis hi-beat. Model terakhir dari Cosmotron adalah tipe GX yang menggunakan movement Turning Fork 3701B.

Akurasi seperti layaknya jam mekanis, sehingga semakin lama simpangan akurasi semakin besar karena jam hidup terus selama daya baterai belum habis.  
Citizen Cosmotron ini mempunyai dial sunburst abu-abu yang cantik. model monocoque ini terlihat lebih berkelas dibandingkan Citizen Cosmotron yang dapat dibuka casebacknya, jam ini hanya dapat dibuka untuk penggantian baterai saja dengan menggunakan coin seperti umumnya model Swatch.

Original crown dengan logo "CTZ"
Tombol untuk reset jarum detik ke angka 12. 
original solid stainless steel  bracelet dengan buckle berlogo khas cosmotron, panajang rantai untuk lingkar pergelangan tangan maksimum 17cm.
Poduksi April 1972.

Menggunakan Electro Magnetic Balance cal. 7800 dan  bekerja pada frekuensi hi-beat 36.000 bph, menggunakan baterai tipe SR44SW (Silver Oxide) namun karena sulit diperoleh di Indonesia, digunakan baterai tipe LR44 (Alkaline) dengan dimensi yang sama. Silver Oxide relatif mempunyai voltage yang lebih stabil sedangkan Alkaline mempunyai voltage yang cenderung akan menurun seiring pemakaian.


Dimensi 37mm. tanpa crown x 41,5mm. lug to lug. 

Dijual IDR 1.400.000


Sabtu, 22 Juni 2019

Seiko Diver's 200m 7S26-0020 SKX007


Seiko Diver yang sangat legendaris seri SKX007, saat ini sudah tidak diproduksi lagi alias discontinue sehingga keberadaannya semakin lama akan semakin jarang saja.

Seiko Diver SKX007 ini tergolong model seiko diver paling klasik, model seperti ini sangat populer, simple, easy reading, handal dan dapat dipakai sebagai jam diving maupun dresswatch sehingga mempunyai penggemar yang cukup banyak, baik international model maupun domestic model (Japan) sama-sama dipasarkan di domestic Japan bahkan di Japan sendiri terlihat lebih banyak dijual versi International dibandingkan versi JDM, versi "Made in Japan" justru banyak dijumpai di negara-negara kawasan Timur Tengah.
Diperkenalkan pertama kali pada tahun 1996, merupakan generasi penerus dari  seri  7002-700X, begitu banyak Seiko Diver model baru bermunculan namun model seperti ini tetap elok dipandang dan nyaman ditangan, tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil, serba pas, baik model, ukuran, pemilihan warna, kombinasi index marker dengan hands, penempatan minute marker pada inner ring, bezel,  standarnya dipadukan dengan rubber strap Z22 atau jubilee bracelet namun dipadukan dengan leather strap tebal juga sama bagusnya, semuanya serba pas, memang pantas disebut classic diver.  
Kondisi original insert  bezel terlihat sudah kurang mulus namun masih cukup wajar untuk jam diver. 
Uni rotating bezel dengan klik.
Screw down crown dengan crown guard. 
casing unpolished.
produksi Desember 2000, terlihat logo tsunami pada caseback yang menjadi ciri khas jam diver seiko.

Menggunakan automatic movement Seiko 7S26A dengan 21 jewels dan bekerja pada frekuensi 21.600 bph, power reserve sesuai specs. 44 jam, quick set day & date, hari dalam 2 bahasa Inggris dan Spain. 
diameter 42mm tanpa crown, lug to lug 47mm, lebar lug 22mm. 
Lume yang terang saat minim cahaya setelah terpapar sinar, sebagai salah satu ciri khas Seiko Diver dan juga sebagai tanda orginal parts baik pada hands, hour marker dan pip bezel mengingat sekarang ini banyak bertebaran parts seiko SKX007 aftermarket dengan kualitas yang jauh dibawah standar seiko diver.
dipadukan dengan leather strap tebal, terlihat serasi. 
Dijual IDR 1.975.000


Jumat, 21 Juni 2019

Seiko Skyliner 14092


Seiko Skyliner diperkenalkan pertama kali pada tahun 1961 dengan menggunakan mesin manual winding tanpa tanggal yaitu cal. 402 sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan  Seiko Liner, pada tahun tersebut harga Seiko Liner dibandrol 7.500 Yen sedangkan Skyliner 6.000 Yen, semua model Skyliner menggunakan mesin manual winding, movement Seiko cal. 402 merpakan cikal bakal dari  Seiko cal. 6220 produksi Suwa Seikosha. 
Seiko Skyliner ini mempunyai dial silver tanpa jendela tanggal sehingga index marker terlihat simetris, terlihat sederhana.

crown sepertinya bukan originalnya


caseback bergambar kuda laut terlihat sudah samar-samar.
Produksi Juli 1964.
menggunakan manual winding movement Seikosha cal. 402 dengan 21 jewels dan bekerja pada frekuensi low beat 18.000 bph.  

dipadukan dengan strap aftermarket dengan lebar 19mm., sesuai dengan lebar lug 19mm.
Dijual IDR 1.275.000


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...